Showing posts with label Seputar orange. Show all posts
Showing posts with label Seputar orange. Show all posts
Thursday, October 15, 2009

“aku adalah orang kecil “

“aku adalah orang kecil di FISIP “

Tempat ku disini menjaga dan melayani seorang sendiri . . .
Biar perkataan orang menghujam hatiku
aku tetap pada tempat ku
Cacian,hinaan,kabar burung selalu melumuri urat nadiku
Akulah tumbal segala peradaban di sisni . . .
Tumbal kekejihan orang besar selalu ada pada kehidupan ku . . .
Berperang dalam kemelut system yang tidak benar
Pertarungan apa tanya ku? . . .
Biar perkataan orang menghujam tubuhku
Hujatan lalu melumuri urat nadiku
Tulang – belulang menyayat kulitku
Sampai batu nisan system menindih perutku
Aku tetap pada diriku sebagai orang kecil di kandang macan
Wednesday, July 29, 2009
Sepulang dari kampus FISIP UNAIR dan melihat berita di salah satu stasiun TV berita tentang teroris yang meledakan bom (bom bunuh diri) sekarang mengunakan media blog untuk mempopulerkan jati dirinya atau dengan maksud yang lain saya tidak tahu ini kutipan dari blog-nya jika ingin melihat Dalam pernyataannya di internet, aksi bom bunuh diri di dua hotel bertaraf internasiona
.
TANDZIM AL QO'IDAH INDONESIA

KETERANGAN RESMI TANDZIM AL QO'IDAH INDONESIA

ATAS AMALIYAT JIHADIYAH ISTISYHADIYAH

DI HOTEL JW. MARRIOT JAKARTA

Sunday, July 26, 2009

KRS ONLINE

MAHASISWA FISIP UNAIR SEKARANG DAPAT MELAKUKAN KRS OLINE DI ALAMAT INI
silia.fisip.unair.ac.id OR silia.fisip
Wednesday, April 29, 2009

pemberian gaji ke-13 bagi PNS, TNI dan Polri pada 2009

menjanjikan kenaikan gaji dan pemberian gaji ke-13 bagi PNS, TNI dan Polri pada 2009

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah kembali menjanjikan kenaikan gaji dan pemberian gaji ke-13 bagi PNS, TNI dan Polri pada 2009 untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.”Ini sebagaimana keinginan presiden yang meminta bahwa selama beliau menjadi pemimpin, upah rill PNS harus semakin sejahtera, termasuk TNI dan Polri,” kata Menkeu, saat menyampaikan pengarahan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2008 di Jakarta, Selasa (6/5).

Dikatakannya, saat awal pemerintahan Presiden Yudhoyono, upah terendah untuk PNS adalah sekitar Rp700 ribu per bulan, sedangkan saat ini berada pada sekitar Rp1,6 juta per bulan.

Upah terendah itu bagi PNS dengan nol pengalaman dan merupakan kelompok terendah,” katanya.

Presiden sendiri, katanya, meminta agar upah terendah bisa naik menjadi sekitar Rp2 juta per bulan.

Meski demikian, Menkeu tidak menjelaskan berapa persen kenaikan gaji tersebut akan diberikan pada tahun depan. (*/lin)(kapanlagi.com)

Tragedi Futsal Liga Antropologi

Tragedi Futsal BerdarahPertandingan Futsal LIga Antropologi ynag berlangsung sore tanggal 29 April 2009, berakhir rincuh. Turnamen Futsal yang diprakarsai oleh Dep.Antropologi seharusnya menadi wahana solidaritas serta kebersamaan warga FISIP harus ternodai oleh salah satu pemain yang notabenenya berasal dari tim penyelenggara turnamen ini.

Gesekan antara pemain IIP dan Antropologi ini bermula dari salah satu pemain Antopologi yang terpancing emosinya hanya karena sebuah body change pemain IIP. pertandingan semakin runyam, ketika salah satu pemain lain dari Antropologi turut memperkeruh keadaan dan bisa dipastikan berujung menjadi ajang tawuran bagi para akademisi kampus.

Hal itu tidak perlu terjadi, tatkala pemain menyadari semangat sportivitas serta kedewasaan emosional. lagipula gesekan dalam sebuah pertandingan olahraga adalah hal yang biasa jika masik terbingkai dalam peraturan yang berlaku dan keputusan wasit. tetapi lain lagi jika terjadi tindakan anarkis yang di mana bisa merugikan kepentingan umum dan fasilitas umum dalam hai ini memeang sangat ironis dan sunguh memalukan.

Yang dimana mereka seharusnya menyadari kedewasaan mereka dan menjadi generasi penrus bangsa ini tetapi di coreng dengan tindakan anarkis dimanakah kedewasaan saat ini?
Monday, April 20, 2009

APA DAN MENGAPA

ORGANISASI : APA DAN MENGAPA

Soetandyo Wignjosoebroto

Manusia adalah makhluk sosial. Upayanya untuk mempertahankan eksistensinya di muka bumi ini – dengan jalan memperoleh nutrisi, proteksi dan bereproduksi – hanya dapat dilakukan, sesuai dengan kodratnya, dengan cara hidup bermasyarakat. Dalam kehidupan seperti ini, manusia, sebagaimana makhluk sosial lainnya, tak hanya harus hidup secara berkelompok melainkan juga harus menyelenggarakan pembagian kerja, menemukan pola kerjasama (sekalipun acap juga melalui kompetisi dan/atau konflik untuk menemukan keseimbangan-keseimbangan fungsional yang baru), dan tentu saja juga untuk mengembangkan kemampuan berkomunikasi. Dengan perkataan lain, demi kelestarian eksistensinya, manusia harus mengembangkan suatu struktur organisasi yang fungsional sepanjang sejarah kehidupannyaKecuali tersimak sebagai makhluk sosial, manusia adalah juga hadir di bumi ini sebagai makhluk budaya. Artinya, dalam kehidupan ini, kelestarian eksistensi manusia tak lagi utamanya mengandalkan diri pada naluri-naluri kodrati melainkan pada pengalaman yang diingat dan dicatat dari generasi ke generasi. Berbeda dengan segala sesuatu yang kodrati, budaya, sebagai produk cipta karya manusia, adalah suatu realitas faktual yang lebih gampang terubah dan berubah dalam suatu rentang waktu. Itulah penjelasannya mengapa – sekalipun masuk ke dalam bilangan spesi yang sama, dengan bakat kodrati yang sama – manusia mengembangkan organisasi kehidupan yang menampakkan keragaman yang amat nyata, baik apabila ditilik dari tempat ke tempat maupun apabila disimak dari waktu ke waktu.Keragaman dalam bentuk organisasi kehidupan manusia terwujud sebagai hasil kerja rasionalitas manusia tatkala harus merespons situasi yang menjadi bagian dari lingkungan kehidupannya, baik lingkungan yang alami/natural maupun yang sudah terubah menjadi yang tak lagi (sepenuhnya) alami/kultural. Kian positif hasil respons itu, yang di dalam teori disebut “menghasilkan adaptasi yang fungsional”, akan kian teguh eksistensi suatu organisasi kehidupan sepanjang sejarahnya. Inilah dalil yang berasal dari kajian Charles Darwin yang berbunyithe survival of the fittest”. Penjelasan teoretik ini mengedepankan peran rasionalitas manusia dan kemampuannya untuk membuat pilihan dalam menata tata organisasi kehidupannya, dengan tujuan yang satu: ialah survival.Rasionalitas manusia dengan segala produk kolektifnya -- yang dalam wacana teoretik diistilahi 'preskripsi-preskripsi teknologik' – itulah yang di satu pihak mengubah lingkungan secara dinamik, namun yang di lain pihak juga meningkatkan daya adaptif manusia sekolektiva untuk secara terorganisasi bertahan di tengah lingkungan itu. Perubahan kehidupan manusia dari yang agraris dengan segala tatanannya yang serba askriptif ke yang industrial dengan segala tatanannya yang serba kontraktual adalah contohnya yang nyata. Menjelang datangnya millenium ketiga Masehi, perubahan seperti itu seperti kian bersicepat-cepat saja, dari yang lokal ke yang nasional dan bahkan bersiterus ke yang global, dengan format dan skalanya yang seolah kian tak terhingga. Struktur kehidupan telah kian kompleks, dan oleh karena itu juga kian menuntut pendayagunaan akal dan nalar secara optimal guna mengelola komponen-komponen yang yang ditemukan dalam kompleksitas yang nyatanya telah kian terdeferensiasi itu, untuk diintegrasikan ke dalam satuan struktur yang fungsional dan tetap terkontrol.Dari sinilah bermulanya awal solusi untuk mengelola kehidupan yang kian berformat dan berskala besar dengan ditemukan dan dikembangkannya teori-teori yang relevan dengan persoalan pengelolaan big organizations, yang sepanjang abad 20 lebih dikenal dengan penamaan teori-teori birokrasi. Akan tetapi, dari sinilah pula munculnya permasalahan baru yang berkenaan dengan status manusia dalam statusnya sebagai individu. Dengan hadirnya the big organizations yang terancang amat rasional, individu-individu telah tereduksi menjadi pelakon-pelakon yang boleh dibilang sepenuhnya dikuasai oleh the big bos. Dalam kenyatan seperti itu, individu-individu juga akan kehilangan kepribadian mereka sebagai aktor-aktor yang imajinatif dan kreatif. Maka, tuntutan baru, untuk menemukan keseimbangan baru, segera saja diteriakkan mengiringi peralihan millenum. Teori-teori berparadigma baru – dengan berbagai sebutan, dari yang pasca- strukturalisme dan pasca-modernisme sampaipun ke yang interaksionisme dan simbolisme – mulai meramaikan wacana sepanjang tiga dasawarsa teakhir ini.Adakah kita yang hadir di ruangan ini pada hari ini hanya hendak menyimak segala wacana itu sebagai penonton saja, ataukah juga hendak mencoba memberanikan diri ikut terjun ke alam kancah untuk ikut berwacana? ooooo

Monday, April 13, 2009

Pelangaran Pemilu 2009

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) menemukan sebanyak 963 kasus pelanggaran Pemilu. Terdiri dari pelanggaran administrasi (619 kasus), tindak pidana pemilu (138 kasus), dan lain-lain (206 kasus). Pelanggaran administrasi terbanyak mengenai surat suara tertukar antara daerah pemilih (238 kasus) dan logistik pemilu tidak cukup (183). Sedangkan pelanggaran pidana money politics (33 kasus), sengaja mengaku diri sebagai orang lain (18 kasus), dan intimidasi kepada pemilih (17 kasus). Untuk pelanggaran lain-lain yakni terdaftar di DPS namun tidak di DPT tercatat sebanyak 196 kasus. Dari keseluruhan pelanggaran administrasi itu, sebanyak 259 kasus telah ditindaklanjuti ke KPU. Sementara 40 pelanggaran pidana telah diteruskan kepada pihak yang berwenang.

sumber:detik


Wiranto-Prabowo Curigai Ada Kecurangan Pemilu

Ketua Umum Partai Hanura Wiranto dan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto mencurigai ada sesuatu di balik kekisruhan daftar pemilih tetap (DPT) pada pemilu kali ini.

Keduanya pun sepakat untuk merealisasikan Forum Lintas Partai yang terdiri dari 23 partai politik untuk melakukan investigasi dan mengumpulkan bukti-bukti terkait dugaan kecurangan tersebut.

"Penyikapan terhadap pelaksanaan pemilu, sikap kita (kami) sama, ada yang tidak beres dalam pelaksanaan pemilu. Banyak aduan mengenai kerancuan DPT, terjadi kerancuan dalam penyelenggaraan pemilu di seluruh daerah. Boleh jadi, ada sesuatu yang terjadi di belakang itu," ujar Wiranto seusai melakukan pertemuan tertutup bersama Prabowo, di Kantor DPP Hanura, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Senin (13/4).

Ditegaskan Wiranto, sekretariat bersama Forum Lintas Partai juga dilengkapi dengan lembaga hukum. Jika memang ditemukan bukti kecurangan, pihaknya tidak akan ragu untuk membawanya ke ranah hukum. "Kami tidak akan membiarkan demokrasi dicederai dengan tindakan-tindakan yang terjadi selama pemilu berlangsung," kata dia.

Prabowo menambahkan, banyaknya warga yang mengeluh kehilangan hak politik merupakan sebuah praktik yang mencederai kaidah demokrasi. Persoalan DPT, menurutnya, harus dibereskan sebelum memasuki gelanggang pertarungan berikutnya, pemilihan presiden. "Kalau tidak, percuma. Pilpres bisa dijadikan sandiwara saja," ujarnya.

Atas persoalan DPT ini, menurutnya, merupakan tanggung jawab pemerintah.

KOMPAS.com

Sunday, April 12, 2009

Indonesia and the promise Caleg

On 09 april 2009 the Indonesian nation is in Indonesia and abroad has made legislative elections with the KPU task has been completed with a hope that the election was not conducted in this country put up a flag half-mast, and for the caleg do not promise sesumbar merely implemented promises you the highest power because the people (democracy: from people by the people for the people) is a mandate and the promise of debt and you (the caleg) get a seat in the House of Representatives because people then that's all for caleg let's work together to build this nation out of the range of existing kerisis because only share work with this people can exit kerisis that, in addition to the no party or individual interests and bag your own. People of Indonesia can no longer in bodohi give-and in the appointment, the Indonesian people need is a reality and not merely the promise of Indonesian life, my life of the nation

Hasil Sementara Pemilu 2009

Sumber: KPU
Senin, 13/04/2009 05:57 WIB
by: detik.com

No Partai Politik Jumlah Suara Persentase
1 Demokrat (31) 774.336 20,23%
2 Golkar (23) 551.937 14,42%
3 PDIP (28) 549.082 14,35%
4 PKS (8) 323.556 8,45%
5 PAN (9) 247.327 6,46%
6 PPP (24) 212.948 5,56%
7 PKB (13) 197.959 5,17%
8 Gerindra (5) 170.975 4,47%
9 Hanura (1) 136.007 3,55%
10 PBB (27) 72.878 1,90%
11 PKPB (2) 60.333 1,58%
12 PKNU (34) 53.263 1,39%
13 PDS (25) 45.632 1,19%
14 PPRN (4) 41.744 1,09%
15 PBR (29) 36.666 0,96%
16 PDP (16) 36.004 0,94%
17 PKPI (7) 35.926 0,94%
18 PPPI (3) 26.352 0,69%
19 Barnas (6) 25.913 0,68%
20 PDK (20) 23.828 0,62%
21 PPD (12) 23.247 0,61%
22 RepublikaN (21) 18.280 0,48%
23 PNBK (26) 16.478 0,43%
24 PMB (18) 16.211 0,42%
25 PIS (33) 13.312 0,35%
26 Patriot (30) 13.258 0,35%
27 Kedaulatan (11) 12.989 0,34%
28 PPI (14) 12.403 0,32%
29 PPIB (10) 10.915 0,29%
30 Pelopor (22) 10.911 0,29%
31 PKDI (32) 10.746 0,28%
32 PNI M (15) 9.750 0,25%
33 Pakar Pangan (17) 8.714 0,23%
34 Partai Buruh (44) 8.015 0,21%
35 PPDI (19) 5.870 0,15%
36 PSI (43) 5.072 0,13%
37 PPNUI (42) 4.440 0,12%
38 Merdeka (41) 4.340 0,11%
39 PAAS (35) 0 0,00%
40 PDA (36) 0 0,00%
41 Partai SIRA (37) 0 0,00%
42 PRA (38) 0 0,00%
43 Partai Aceh (39) 0 0,00%
44 PBA (40) 0 0,00%

Jumlah 3.827.617 100%
Monday, April 6, 2009

November 1998

Pada bulan November 1998 pemerintahan transisi Indonesia mengadakan Sidang Istimewa untuk menentukan Pemilu berikutnya dan membahas agenda-agenda pemerintahan yang akan dilakukan. Mahasiswa bergolak kembali karena mereka tidak mengakui pemerintahan B. J. Habibie dan tidak percaya dengan para anggota DPR/MPR Orde Baru. Mereka juga mendesak untuk menyingkirkan militer dari politik serta pembersihan pemerintahan dari orang-orang Orde Baru.

Masyarakat dan mahasiswa menolak Sidang Istimewa 1998 dan juga menentang dwifungsi ABRI/TNI. Sepanjang diadakannya Sidang Istimewa itu masyarakat bergabung dengan mahasiswa setiap hari melakukan demonstrasi ke jalan-jalan di Jakarta dan kota-kota besar lainnya di Indonesia. Peristiwa ini mendapat perhatian sangat besar dari seluruh Indonesia dan dunia internasional. Hampir seluruh sekolah dan universitas di Jakarta, tempat diadakannya Sidang Istimewa tersebut, diliburkan untuk mencegah mahasiswa berkumpul. Apapun yang dilakukan oleh mahasiswa mendapat perhatian ekstra ketat dari pimpinan universitas masing-masing karena mereka di bawah tekanan aparat yang tidak menghendaki aksi mahasiswa.

Garis waktu

  • Pada tanggal 11 November 1998, mahasiswa dan masyarakat yang bergerak dari Jalan Salemba, bentrok dengan Pamswakarsa di kompleks Tugu Proklamasi.
  • Pada tanggal 12 November 1998 ratusan ribu mahasiswa dan masyrakat bergerak menuju ke gedung DPR/MPR dari segala arah, Semanggi-Slipi-Kuningan, tetapi tidak ada yang berhasil menembus ke sana karena dikawal dengan sangat ketat oleh tentara, Brimob dan juga Pamswakarsa (pengamanan sipil yang bersenjata bambu runcing untuk diadu dengan mahasiswa). Pada malam harinya terjadi bentrok di daerah Slipi dan Jl. Sudirman, puluhan mahasiswa masuk rumah sakit. Ribuan mahasiswa dievekuasi ke Atma Jaya. Satu orang pelajar, yaitu Lukman Firdaus, terluka berat dan masuk rumah sakit. Beberapa hari kemudian ia meninggal dunia.
  • Esok harinya Jumat tanggal 13 November 1998 mahasiswa dan masyarakat sudah bergabung dan mencapai daerah Semanggi dan sekitarnya, bergabung dengan mahasiswa yang sudah ada di kampus Universitas Atma Jaya Jakarta. Jalan Sudirman sudah dihadang oleh aparat sejak malam hari dan pagi hingga siang harinya jumlah aparat semakin banyak guna menghadang laju mahasiswa dan masyarakat. Kali ini mahasiswa bersama masyarakat dikepung dari dua arah sepanjang Jalan Jenderal Sudirman dengan menggunakan kendaraan lapis baja[1].

Deskripsi

Jumlah masyarakat dan mahasiswa yang bergabung diperkirakan puluhan ribu orang dan sekitar jam 3 sore kendaraan lapis baja bergerak untuk membubarkan massa membuat masyarakat melarikan diri, sementara mahasiswa mencoba bertahan namun saat itu juga terjadilah penembakan membabibuta oleh aparat ketika ribuan mahasiswa sedang duduk di jalan. Saat itu juga beberapa mahasiswa tertembak dan meninggal seketika di jalan. Salah satunya adalah Teddy Wardhani Kusuma, mahasiswa Institut Teknologi Indonesia yang merupakan korban meninggal pertama di hari itu.

Mahasiswa terpaksa lari ke kampus Universitas Atma Jaya untuk berlindung dan merawat kawan-kawan seklaligus masyarakat yang terluka. Korban kedua penembakan oleh aparat adalah Wawan, yang nama lengkapnya adalah Bernardus Realino Norma Irmawan, mahasiswa Fakultas Ekonomi Atma Jaya, Jakarta, tertembak di dadanya dari arah depan saat ingin menolong rekannya yang terluka di pelataran parkir kampus Universitas Atma Jaya, Jakarta[2]. Mulai dari jam 3 sore itu sampai pagi hari sekitar jam 2 pagi terus terjadi penembakan terhadap mahasiswa di kawasan Semanggi dan penembakan ke dalam kampus Atma Jaya. Semakin banyak korban berjatuhan baik yang meninggal tertembak maupun terluka. Gelombang mahasiswa dan masyarakat yang ingin bergabung terus berdatangan dan disambut dengan peluru dan gas airmata. Sangat dahsyatnya peristiwa itu sehingga jumlah korban yang meninggal mencapai 17 orang. Korban lain yang meninggal dunia adalah: Sigit Prasetyo (YAI), Heru Sudibyo (Universitas Terbuka), Engkus Kusnadi (Universitas Jakarta), Muzammil Joko (Universitas Indonesia), Uga Usmana, Abdullah/Donit, Agus Setiana, Budiono, Doni Effendi, Rinanto, Sidik, Kristian Nikijulong, Sidik, Hadi.

Jumlah korban yang didata oleh Tim Relawan untuk Kemanusiaan berjumlah 17 orang korban, yang terdiri dari 6 orang mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi di Jakarta, 2 orang pelajar SMA, 2 orang anggota aparat keamanan dari POLRI, seorang anggota Satpam Hero Swalayan, 4 orang anggota Pam Swakarsa dan 3 orang warga masyarakat. Sementara 456 korban mengalami luka-luka, sebagian besar akibat tembakan senjata api dan pukulan benda keras, tajam/tumpul. Mereka ini terdiri dari mahasiswa, pelajar, wartawan, aparat keamanan dan anggota masyarakat lainnya dari berbagai latar belakang dan usia, termasuk Ayu Ratna Sari, seorang anak kecil

Tragedi Semanggi II

Pada 24 September 1999, untuk yang kesekian kalinya tentara melakukan tindak kekerasan kepada aksi-aksi mahasiswa.

Kala itu adanya pendesakan oleh pemerintahan transisi untuk mengeluarkan Undang-Undang Penanggulangan Keadaan Bahaya (UU PKB) yang materinya menurut banyak kalangan sangat memberikan keleluasaan kepada militer untuk melakukan keadaan negara sesuai kepentingan militer. Oleh karena itulah mahasiswa bergerak dalam jumlah besar untuk bersama-sama menentang diberlakukannya UU PKB.

Mahasiswa dari Universitas Indonesia, Yun Hap meninggal dengan luka tembak di depan Universitas Atma Jaya.

Daerah lain

Selain di Jakarta, pada aksi penolakan UU PKB ini korban juga berjatuhan di Lampung dan Palembang. Pada Tragedi Lampung 28 September 1999, 2 orang mahasiswa Universitas Lampung, Muhammad Yusuf Rizal dan Saidatul Fitriah, tewas tertembak di depan Koramil Kedaton. Di Palembang, 5 Oktober 1999, Meyer Ardiansyah (Universitas IBA Palembang) tewas karena tertusuk di depan Markas Kodam II/Sriwijaya.

Film dokumenter

  • Student Movement in Indonesia, produksi Jakarta Media Syndication, 1999 (Youtube)

Film dokumenter tentang gerakan mahasiswa Indonesia selama tahun 1998. Versi aslinya dengan narasi dan teks berbahasa Inggris. Diputar di bioskop-bioskop di Indonesia dengan judul Tragedi Jakarta 1998.

Film dokumenter berdurasi 28 menit ini bercerita tentang perjuangan orang tua korban Tragedi Trisakti (1998), Semanggi I (1998), dan II (1999) dalam upaya mereka meraih keadilan.

  • Indonesian Student Revolt. Don’t Follow Leaders, produksi Offstream [1], 2001

Film dokumenter tentang perjalanan gerakan mahasiswa Indonesia dari 1966-1998.

Peringatan

Pada 14 November 2005, para mahasiswa menaburkan bunga di Jl. Sudirman tepat di depan kampus Universitas Atma Jaya untuk memperingati tujuh tahun Tragedi Semanggi I. Sehari sebelumnya, peringatan Tujuh Tahun Tragedi Semanggi I diadakan di Sekretariat Jaringan Solidaritas Keluarga Korban Pelanggaran HAM (JSKK), Jalan Binong 1A, samping kompleks Tugu Proklamasi. Dimulai dengan konferensi pers, diskusi, dan ditutup dengan pemutaran film dokumenter Perjuangan Tanpa Akhir karya AKKRa (Aliansi Korban Kekerasan Negara). [5] [6]

Pengusutan

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dalam pertemuannya dengan Presiden Habibie saat itu meminta pemerintah untuk memberi penjelasan tentang sebab dan akibat serta pertanggungan jawab mengenai peristiwa tanggal 13 November itu secara terbuka pada masyarakat luas karena berbagai keterangan yang diberikan ternyata berbeda dengan kenyataan di lapangan. (Kompas, 16 November 1998).

Panglima ABRI Jenderal TNI Wiranto, dalam jumpa pers di Hankam mengakui ada sejumlah prajurit yang terlalu defensif dan menyimpang dari prosedur, menembaki dan memukuli mahasiswa. Namun, Wiranto menuduh ada kelompok radikal tertentu yang memancing bentrokan mahasiswa dengan aparat, dengan tujuan menggagalkan Sidang Istimewa. (Kompas, 23 November 1998).[7]

Pengadilan HAM ad hoc

Harapan kasus Tragedi Trisakti dan Semanggi I dan II untuk menggelar pengadilan HAM ad hoc bagi para oknum tragedi berdarah itu dipastikan gagal tercapai. Badan Musyawarah (Bamus) DPR pada 6 Maret 2007 kembali memveto rekomendasi tersebut. Putusan tersebut membuat usul pengadilan HAM kandas, karena tak akan pernah disahkan di rapat paripurna. Putusan penolakan dari Bamus itu merupakan yang kedua kalinya. Sebelumnya Bamus telah menolak, namun di tingkat rapim DPR diputuskan untuk dikembalikan lagi ke Bamus. Hasil rapat ulang Bamus kembali menolaknya. Karena itu, hampir pasti usul yang merupakan rekomendasi Komisi III itu tak dibahas lagi.

Rapat Bamus dipimpin Ketua DPR Agung Laksono. Dalam rapat itu enam dari sepuluh fraksi menolak. Keenam fraksi itu adalah Fraksi Partai Golkar, Fraksi Partai Demokrat, Fraksi PPP, Fraksi PKS, Fraksi PBR, dan Fraksi Bintang Pelopor Demokrasi (BPD). Sementara fraksi yang secara konsisten mendukung usul itu dibawa ke paripurna adalah Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB), Fraksi PAN, dan Fraksi PDS.[8]

Keputusan Badan Musyawarah (Bamus) DPR, ini menganulir putusan Komisi III-yang menyarankan pimpinan DPR berkirim surat kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk membentuk Pengadilan HAM Ad Hoc-membuat penuntasan kasus pelanggaran hak asasi manusia Trisakti dan Semanggi semakin tidak jelas.

Pada periode sebelumnya 1999-2005, DPR juga menyatakan bahwa kasus Tragedi Trisakti dan Semanggi I dan II bukanlah pelanggaran berat HAM. 9 Juli 2001 rapat paripurna DPR RI mendengarkan hasil laporan Pansus TSS, disampaikan Sutarjdjo Surjoguritno. Isi laporan tersebut:

  • F-PDI P, F-PDKB, F-PKB (3 fraksi ) menyatakan kasus Trisakti, Semanggi I dan II terjadi unsur pelanggaran HAM Berat.
  • Sedangkan F-Golkar, F- TNI/Polri, F-PPP, F-PBB, F -Reformasi, F-KKI, F-PDU (7 fraksi) menyatakan tidak terjadi pelanggaran HAM berat pada kasus TSS [9]
by:om wiki
Monday, March 30, 2009

STRATEGI PERENCANAAN SUMBER DAYA MANUSIA YANG EFEKTIF

M a k a l a h Disusun Oleh : H.Entang Adhy Muhtar,Drs.MS

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS PADJADJARAN

KATA PENGANTAR

Makalah ini mengangkat judul tentang “Strategi Perencanaan Sumberdaya Manusia yang efektif”. Hal ini didasarkan pada suatu pemikiran bahwa organisasi publik maupun bisnis saat ini dihadapkan pada suatu perubahan kondisi lingkungan yang semakin cepat . Keselarasan antara perencanaan sumber daya manusia (SDM) dapat membangun kinerja organisasi yang mampu mengadaptasi dengan perubahan tadi. Untuk merancang dan mengembangkan perencanaan sumber daya manusia yang efektif bukanlah pekerjaan yang mudah, dia membutuhkan suatu pemikiran, pertimbangan jangka pendek maupun jangka panjang. Tiga tahap perencanaan yang saling terkait, seperti strategic planning yang bertujuan untuk mempertahankan kelangsungan organisasi dalam lingkungan persaingan. Kedua, operational planning, yang menunjukkan demand terhadap SDM, dan ketiga, human resources planning, yang digunakan untuk memprediksikualitas dan kuantitas kebutuhan sumber daya manusia dalam jangka pendek dan jangka panjang yang menggabungkan program pengembangan dan kebijaksanaan SDM. Dalam pelaksanaannya, perencanaan sumber daya manusia harus disesuaikan dengan strategi tertentu. Hal ini dimaksudkan untuk meminimalisikan adanya kesenjangan agar tujuan dengan kenyataan dan sekaligus menfasilitasi keefektifan organisasi dapat dicapai. Perencanaan sumber daya manusia harus diintegrasikan dengan tujuan perencanaan jangka pendek dan jangka panjang organisasi. Hal ini diperlukan agar organisasi bisa terus survive dan dapat berkembang sesuai dengan tuntutan perubahan yang sangat cepat dan dinamis . Dengan selesainya makalah ini ,kami ucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah memberikan kontribusi dalam penulisan makalah ini. Semoga bermamfaat. Bandung, Pebruari 2007

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ……………………………………………………. i

DAFTAR ISI ………………………………………………………….. ii

1. Pendahuluan ………………………………………………………… 1

2. Berbagai Pengertian dan Strategi Perencanaan SDM ……. 3

3. Manfaat Pengembangan SDM di Masa Depan …………….. 6

4. Tahapan Perencanaan SDM ………………………………………….. 8

5. Kesenjangan dalam Perencanaan Sumber daya Manusia … 9

6. Implementasi Perencanaan SDM…………………………………. 11

7. Penutup …………………………………………………………………. 14

DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………….. 16

STRATEGI PERENCANAAN SUMBER DAYA MANUSIA YANG EFEKTIF

1. PENDAHULUAN.

Sebuah organisasi dalam mewujudkan eksistensinya dalam rangka mencapai tujuan memerlukan perencanaan Sumber daya manusia yang efektif. Suatu organisasi, menurut Riva’i( 2004:35) “tanpa didukung pegawai/karyawan yang sesuai baiik segi kuantitatif,kualitatif, strategi dan operasionalnya ,maka organisasi/perusahaan itu tidak akan mampu mempertahankan keberadaannya, mengembangkan dan memajukan dimasa yang akan datang”. Oleh karena itu disini diperlukan adanya langkah-langkah manajemen guna lebih menjamin bahwa organisasi tersedia tenaga kerja yang tepat untuk menduduki berbagai jabatan, fungsi, pekerjaan yang sesuai dengan kebutuhan . Perencanaan sumber daya manusia (Human Resource Planning) merupakan proses manajemen dalam menentukan pergerakan sumber daya manusia organisasi dari posisi yang diinginkan di masa depan, sedangkan sumber daya manusia adalah seperangkat proses-proses dan aktivitas yang dilakukan bersama oleh manajer sumber daya manusia dan manajer lini untuk menyelesaikan masalah organisasi yang terkait dengan manusia. Tujuan dari integrasi system adalah untuk menciptakan proses prediksi demand sumber daya manusia yang muncul dari perencanaan strategik dan operasional secara kuantitatif, dibandingkandengan prediksi ketersediaan yang berasal dari program-program SDM. Oleh karena itu, perencanaan sumber daya manusia harus disesuaikan dengan strategi tertentu agar tujuan utama dalam memflitasi keefektifan organisasi dapat tercapai.. Strategi bisnis di masa yang akan datang yang dipengaruhi perubahan kondisi lingkungan menuntut manajer untuk mengembangkan program-program yang mampu menterjemahkan current issues dan mendukung rencana bisnis masa depan. Keselarasan antara bisnis dan perencanaan sumber daya manusia (SDM) dapat membangun perencanaan bisnis yang pada akhirnya menentukan kebutuhan SDM. Beberapa faktoreksternal yang mempengaruhi aktivitas bisnis dan perencanaan SDM, antara lain: globalisasi, kemajuan teknologi, pertumbuhan ekonomi dan perubahan komposisi angkatan kerja. Perubahan karakteristik angkatan kerja yang ditandai oleh berkurangnya tingkat pertumbuhan tenaga kerja, semakin meningkatnya masa kerja bagi golongan tua, dan peningkatan diversitas tenaga kerja membuktikan perlunya kebutuhan perencanaan SDM. Dengan demikian, proyeksi de3mografis terhadap angkatan kerja di masa depan akan membawa implikasi bagi pengelolaan sumber daya manusia yang efetif. Peramalan kebutuhan sumber daya manusiadi masa depan serta perencanaan pemenuhan kebutuhan sumber daya manusia tersebut merupakan bagian dalam perencanaan sumber daya manusia yang meliputi pencapaian tujuan dan implementasi program-program. Dalam perkembangannya, perencanaan sumber, perencanaan sumber manusia juga meliputi pengumpulan data yang dapat digunakan untuk mengevaluasi keefektrifan program-program yang sedang berjalan dan memberikan informasi kepada perencanaan bagi pemenuhan kebutuhan untuk revisi peramalan dan program pada saat diperlukan. Tujuan utama perencanaan adalah memfasilitasi keefektifan organisasi, yang harus diintegrasikan dengan tujuan perencanaan jangka pendek dan jangka panjang organisasi (Jackson & Schuler, 1990). Dengan demikian, perencanaan sumber daya manusia merupakan suatu proses menterjemahkan strategi bisnis menjadi kebutuhan sumber daya manusia baik kualitatif maupun kuantitatif melalui tahapan tertentu. 2. Berbagai Pengertian dan Strategi Perencanaan SDM Mondy & Noe (1995) mendefinisikan Perencanan SDM sebagai proses yang secara sistematis mengkaji keadaan sumberdaya manusia untuk memastikan bahwa jumlah dan kualitas dengan ketrampilan yang tepat, akan tersedia pada saat mereka dibutuhkan”. Kemudian Eric Vetter dalam Jackson & Schuler (1990) dan Schuler & Walker (1990) mendefinisikan Perencanaan sumber daya manusia (HR Planning) sebagai; proses manajemen dalam menentukan pergerakan sumber daya manusia organisasi dari posisinya saat ini menuju posisi yang diinginkan di masa depan. Dari konsep tersebut, perncanaan sumber daya manusia dipandang sebagai proses linear, dengan menggunakan data dan proses masa lalu (short-term) sebagai pedoman perencanaan di masa depan (long-term). Dari beberapa pengertian tadi ,maka perencanaan SDM adalah serangkaian kegiatan atau aktivitas yang dilakukan secara sistematis dan strategis yang berkaitan dengan peramalan kebutuhan tenaga kerja/pegawai dimasa yang akan datang dalam suatu organisasi (publik,bisnis ) dengan menggunakan sumber informasi yang tepat guna penyediaan tenaga kerja dalam jumlah dan kualitas sesuai yang dibutuhkan. Adapun dalam perencanaan tersebut memerlukan suatu strategi yang didalamnya terdapat seperangkat proses-proses dan aktivitas yang dilakukan bersama oleh manajer sumber daya manusia pada setiap level manajemen untuk menyelesaikan masalah organisasi guna meningkatkan kinerja organisasi saat ini dan masa depan serta menghasilkan keunggulan bersaing berkelanjutan. Dengan demikian, tujuan perencanaan sumber daya manusia adalah memastikan bahwa orang yang tepat berada pada tempat dan waktu yang tepat,sehingga hal tersebut harus disesuaikan dengan rencana organisasi secara menyeluruh. Untuk merancang dan mengembangkan perencanaan sumber daya manusia yang efektif menurut Manzini (1996) untuk, terdapat tiga tipe perencanaan yang saling terkait dan merupakan satu kesatuan sistem perencanaan tunggal. Pertama, strategic planning yang bertujuan untuk mempertahankan kelangsungan organisasi dalam lingkungan persaingan, Kedua, operational planning, yang menunjukkandemand terhadap SDM, dan Ketiga, human resources planning, yang digunakan untuk memprediksi kualitas dan kuantitas kebutuhan sumber daya manusia dalam jangka pendek dan jangka panjang yang menmggabungkan program pengembangan dan kebijaksanaan SDM. Perencanaan sumber daya manusia dengan perencanaan strategik perlu diintegrasikan untuk memudahkan organisasi melakukan berbagai tindakan yang diperlukan ,manakala terjadi perubahan dan tuntutan tujuan pengintegrasian perencanaan sumber daya manusia adalah untuk mengidentifikasi dan menggabubungkan faktor-faktor perencanaan yang saling terkait, sistematrik, dan konsisten. Salah satu alasan untuk mengintegrasikan perencanaan sumber daya manusia dengan perencanaan strategik dan operasional adalah untuk mengidentifikasi human resources gap antara demand dan supply, dalam rangka menciptakan proses yang memprediksi demand sumber daya manusia yang muncul dari perencanaan strategik dan operasional secara kuantitatif dibandingkan dengan prediksi ketersediaan yang berasal dari program-program SDM. Pemenuhan kebutuhan sumber daya manusia organisasi di masa depan ditentukan oleh kondisi faktor lingkungan dan ketidakpastian, diserta tren pergeseran organisasi dewasa ini. Organisasi dituntut untuk semakin mengandalkan pada speed atau kecepatan, yaitu mengupayakan yang terbaik dan tercepat dalam memenuhi kebutuhan tuntutan/pasar (Schuler & Walker, 1990). 3. Manfaat Pengembangan SDM di Masa Depan Pimpinan yang secara teratur melakukan proses pengembangan strategi sumber daya manusia pada organisasinya akan memperoleh manfaat berupa distinctive capability dalam beberapa hal dibandingkan dengan mereka yang tidak melakukan, seperti :Yang sifatnya strategis yakni : 1.Kemampuan mendifinisikan kesempatan maupun ancaman bagi sumber daya manusia dalam mencapai tujuan bisnis. 2.Dapat memicu pemikiran baru dalam memandang isu-isu sumber daya manusia dengan orientasi dan mendisdik patisipan serta menyajikan perluasan perspektif. 3.Menguji komitmen manajemen terhadap tindakan yang dilakukan sehingga dapat menciptakan proses bagi alokasi sumber daya program-program spesifik dan aktivitas. 4.Mengembangkan “sense of urgency” dan komitmen untuk bertindak. Kemudian yang sifatnya opersional ,perencanaan SDM dapat bermamfaat untuk : 1.Meningkatkan pendayagunaan SDM guna memberi kontribusi terbaik, 2.Menyelaraskan aktivitas SDM dengan sasaran organisasi agar setiap pegawai/tenaga kerja dapat mengotimalkan potensi dan ketrampilannya guna meningkatkan kinerja organisasi, 3.Penghematan tenaga,biaya, waktu yang diperlukan ,sehingga dapat meningkatkan efisiensi guna kesejahteraanpegawai/karyawan.(Nawawi, 1997: 143) Adapun pola yang dapat digunakan dalam penyusunan strategi sumber daya manusia organisasi di masa depan antara lain , (Schuler & Walker, 1990) : · Manajer lini menangani aktivitas sumber daya manusia (strategik dan manajerial), sementara administrasi sumber daya manusia ditangani oleh pimpinan unit teknis operasional. · Manajer lini dan Biro kepegawaian/ sumber daya manusia saling berbagi tanggung jawab dan kegiatan, dalam kontek manajer lini sebagai pemilik dan sumber daya manusia sebagai konsultan. · Departemen sumber daya manusia berperan dalam melatih manajer dalam praktik-praktik sumber daya manusia dan meningkatkan kesadaran para manajer berhubungan dengan HR concerns 4. Tahapan Perencanaan SDM Menurut Jackson dan Schuler (1990), perencanaan sumber daya manusia yang tepat membutuhkan langkah-langkah tertentu berkaitan dengan aktivitas perencanaan sumber daya manusia menuju organisasi modern. Langkahlangkah tersebut meliputi : 1.Pengumpulan dan analisis data untuk meramalkan permintaan maupun persediaan sumber daya manusia yang diekspektasikan bagi perencanaan bisnis masa depan. 2.Mengembangkan tujuan perencanaan sumber daya manusia 3.Merancang dan mengimplementasikan program-program yang dapat memudahkan organisasi untuk pencapaian tujuan perencanaan sumber daya manusia 4.Mengawasi dan mengevaluasi program-program yang berjalan. Keempat tahap tersebut dapat diimplementasikan pada pencapaian tujuan jangka pendek (kurang dari satu tahun), menengah (dua sampai tiga tahun), maupun jangka panjang (lebih dari tiga tahun). Rothwell (1995) menawarkan suatu teknik perencanaan sumber daya manusia yang meliputi tahap : (1) investigasi baik pada lingkungan eksternal, internal, organisasional: (2) forecasting atau peramalan atas ketersediaan supply dan demand sumber daya manusia saat ini dan masa depan; (3) perencanaan bagi rekrumen, pelatihan, promosi, dan lain-lain; (4) utilasi, yang ditujukan bagi manpower dan kemudian memberikan feedback bagi proses awal. Sementara itu, pendekatan yang digunakan dalam merencanakan sumber daya manusia adalah dengan actiondriven ,yang memudahkan organisasi untuk menfokuskan bagian tertentu dengan lebih akurat atau skill-need, daripada melakukan perhitungan numerik dwengan angka yang besar untuk seluruh bagian organisasi. Perencanaan sumber daya manusia umumnya dipandang sebagai ciri penting dari tipe ideal model MSDM meski pada praktiknya tidak selalu harus dijadikan prioritas utama. Perencanaan sumber daya manusia merupakan kondisi penting dari “integrasi bisnis” dan “strategik,” implikasinya menjadi tidak sama dengan “manpower planning” meski tekniknya mencakup hal yang sama. Manpower planning menggambarkan pendekatan tradisional dalam upaya forecasting apakah ada ketidaksesuaian antara supply dan demand tenaga kerja, serta merencanakan penyesuaian kebijakan yang paling tepat. Integrasi antara aspek-aspek perencanaan sumber daya manusia terhadap pengembangan bisnis sebaiknya memastikan bahwa kebutuhan perencanaan sumber daya manusia harus dilihat sebagai suatu tanggung jawab ini. 5. Kesenjangan dalam Perencanaan Sumber daya Manusia Dalam perencanaan SDM tidaklah semudah apa yang dibayangkan, kendati telah ada perhitungan dan pertimbangan berdasarkan kecenderungan dan data yang tersedia, tapi kemelencengan bisa saja terjadi. Hal ini wajar karena selain adanya dinamika organisasi juga adanya perubahan faktor lingkungan , kebijakan yang tidak diantisipasisi sebelumnya. Proses perencanaan sering tidak berjalan sebagaimana mestinya, karena kebijakan perencanaan tidak dibuat secara detil, sehingga terjadi kesenjangan antara kebijakan sebelumnya dengan aspek teknis operasional secara empiris . Persoalan yang dihadapi dalam perencanaan sumber daya manusia dalam pengembangan dan implementasinya dari strategi sumber daya manusia dapat dikelompokkan ke dalam empat permasalah (Rothwell, 1995) : Pertama, perencanaan menjadi suatu problema yang dirasa tidak bermanfaat karena adanya perubahan pada lingkungan eksternal organisasi, meskipun nampak adanya peningkatan kebutuhan bagi perencanaan. Kedua, realitas dan bergesernya kaleidoskop prioritas kebijakan dan strategi yang ditentukan oleh keterlibatan interes group yang memiliki power. Ketiga, kelompok faktor-faktor yang berkaitan dengan sifat manajemen dan ketrampilan serta kemampuan manajer yang memiliki preferensi bagi adatasi pragmatik di luar konseptualisasi, dan rasa ketidakpercayaan terhadap teori atau perencanaan, yang dapat disebabkan oleh kurangnya data, kurangnya pengertian manajemen lini, dan kurangnya rencana korporasi. Keempat, pendekatan teoritik konseptual yang dilakukan dalam pengujian kematangan perencanaan sumber daya manusia sangat idealistik dan preskriptif, di sisi lain tidak memenuhi realita organisasi dan cara manajer mengatasi masalah-masalah spesifik. Permasalahan tersebut merupakan sebuah resiko yang perlu adanya antisipasi dengan menerapkan aspek fleksibilitas ,manakala terjadi kesenjangan di lapangan. Namun sedapat mungkin manajer telah menyiapkan langkah-langkah antisipasi secara cermat setiap perkembangan yang terjadi , karena pada dasarnya sebuah bangunan perencanaan SDM tidak harus dibongkar secara mendasar , jika ada kekurangan dan kelemahan ,tentu ada upaya mengatasi jalan keluar yang terbaik. Oleh karena itu diperlukan analisis terhadap perencanaan yang dibuat dengan menreapkan analisi SWOT. 6. Implementasi Perencanaan SDM Pemilihan teknik merupakan starting point dalam melaksanakan berbagai aktivitas yang berhubungan dengan gaya manajeral, nilai dan budaya secara keseluruhan. Beberapa teknik perencanaan sumber daya manusia (Nursanti, 2002 : 61) dapat diimplementasikan dalam proses rekrutmen dan perencanaan karir. a. Rekrutmen Identifikasi kemungkinan ketidakcocokan antara supply dan demand serta penyesuaian melalui rekrutmen, sebelumnya dilihat sebagai alasan perencanaan manpower tradisional. Oleh karena itu diperlukan pendekatan baru yang mempertimbangkan kombinasi kompetensi karyawan melalui pengetahuan, keterampilan dan sikap dan pengalaman yang dimiliki. Perencanaan MSDM dapat dijadikan petunjuk dan memberikan wawasan masa yang akan datang bagi orang-orang yang diperlukan untuk m,enyampaikan produk-produk inovatif atau pelayanan berkualitas yang difokuskan melalui strategi bisnis dalam proses rekrutmen. b. Perencanaan Karir Hal ini membutuhkan pengertian proses-proses yang diintegrasikan pada karekteristik individual dan preferensi dengan implikasinya pada : budaya organisasi, nilai dan gaya, strategi bisnis dan panduan, struktur organisasi dan perubahan, sistem reward, penelitian dan sistem pengembangan, serat penilaian dan sistem promosi. Beberapa organisasi dewasa ini menekankan pada tanggung jawab individual bagi pengembangan karir masing-masing. Sistem mentoring formal maupun informal diperkenalkan untuk membantu pencapaian pengembangan karir. Seberapa jauh fleksibelitas dan efisiensi organisasi ditentukan oleh kebijakan pemerintah, baik fiskal maupun pasar tenaga kerja. c. Evaluasi Perencanaan SDM Perencana sumber daya manusia dapat digunakan sebagai indikator kesesuaian antara supply dan demand bagi sejumlah orang-orang yang ada dalam organisasi dengan keterampilan yang sesuai : perencanaan sumber daya manusia juga berguna sebagai “early warning” organisasi terhadap implikasi strategi bisnis bagi pengembangan sumber daya manusia dengan melakukan audit terhadap SDM. Teknik-teknik yang dapat digunakan dalam evaluasi perencanaan sumber daya manusia meliputi : a. Audit sederhana terhadap sasaran apaqkah memenuhi tujuan, kekosongan terisi, biaya berkurang, dan sebagainya. Sedangkan tingkat audit tergantung pada tujuan organisasi dan seberapa jauh analisis terhadap keberhasilan maupunb penyimpangan dapat dilakukan. b. Evaluasi sebagai bagian dari tinjauan prosedur organisasi lain sesuai standar penggunaan : a. Prosedur total kualitas; perlu bagi kebutu8han pengawasan dan dapat menggambarkan atensi bagi ketidakcukupan SDM b. Prosedur investasi manusia; perlu pengawasan bagi hasil pelatihan terhadap analisis kebutuhan pelatihan bagi seluruh karyawan berbasis kontinyuitas. c. Pendekatan analitis bagi utilisasi sumber daya manusia dan pengawasan hasil c. Evaluasi sebagai bagian dari audit komunikasi generalv atau survai sikap karyawan d. Dimasukkannya hal-hal berikut sebagai bagian audit yang lebih luas atau tinjauan fungsi SDM : · Nilai tambah yang diperoleh organisasi, misalnya dalam mengembangkan manusia atau pengurangan perpindahan tenaga kerja. · Dalam pemenuhan target departemen sumber daya manusia atau penetapan fungsi · Dalam pengwasan pencapaian “equal opportunity target” dalam hal gender atau ras · Sebagai bagian bentuk internal atau eksternal bench-marking komporasi dari perencanaan sumber daya manusia yang digunakan dan outcomes dalam bagian lain di organisasi yang sama e. Melakukan review atas penilaian individu. Dengan demikian, dapat dijelaskan bahwa tujuan perencanaan sumber daya manusia adalh memastikan bahwa orang yang tepat berada pada tempat dan waktu yang tepat, sehingga hal tersebut harus disesuaikan dengan rencana organisasi secara menyeluruh. Salah satu hasil evaluasi penerapan program jangkan panjang dapat ditujukan bagi perencanaan program suksesi. 7 . Penutup. Berdasarkan uraian sebelumnya, pada bab ini penulis mengemukakan beberapa kesimpulan : 1. Perencanaan sumber daya manusia (Human Resource Planning) merupakan salah satu fungsi dalam Manajemen Sumberdaya manusia yang mengorientasi pada bagaimana menyusun langkah-langkah strategi menyiapkan sumberdaya manusia (pegawai/karyawan) dalam suatu organisasi secara tepat dalam jumlah dan kualitas yang diperlukan .Perencanaan SDM sebagai; proses manajemen dalam menentukan pergerakan sumber daya manusia organisasi dari posisinya saat ini menuju posisi yang diinginkan di masa depan dengan menggunakan data sebagai pedoman perencanaan di masa depan . 2. Perencanaan sumber daya manusia awal difokuskan pada perencanaan kebutuhan sumber daya manusia di masa depan serta cara pencapaian tujuannya dan implementasi program-program, yang kemudian berkembang, termasuk dalam hal pengumpulan data untuk mengevaluasi keefektifan program yang sedang berjalan dan memberikan informasi kepada perencana bagi pemenuhan kebutuhan untuk revisi peramalan dan program daat diperlukan. 3. Dalam pelaksanaannya, perencanaan sumber daya manusia harusdisesuaikan dengan strategi tertentu. Hal ini dimaksudkan untukmeminimalisikan adanya kesenjangan agar tujuan dengan kenyataan dan sekaligus menfasilitasi keefektifan organisasi dapat dicapai. Perencanaan sumber daya manusia harus diintegrasikan dengan tujuan perencanaan jangka pendek dan jangka panjang organisasi. Hal ini diperlukan agar organisasi bisa terus survive dan dapat berkembang sesuai dengan tuntutan perubahan yang sangat cepat dan dinamis . DAFTAR PUSTAKA Jackson, S.E., & Schuler, R.S. 1990. Human Resource Planning: Challenges for Industrial/Organization Psychologists. New York, West Publishing Company . Mondy ,R.W & Noe III,RM,1995,Human Resource Management, Massahusetts, Allyn & Bacon Nawawi, Hadari, 2001, Manajemen Sumberdaya Manusia, Yogyakarta, Gadjah Mada University Press. Nursanti, T.Desy, 2002, Strategi Teintegrasi Dalam Perencanaan SDM , dalam Usmara, A (ed), Paradigma Baru Manajemen Sumber Daya Manusia, Yogyakarta, Amara books. Purnama, N. 2000. Membangun Keunggulan Bersaing Melalui Integrasi Perencanaan Strategik dan Perendanaan SDM. Jakarta, Usahawan, 7(29):3-8 Riva’i, Veithzal, 2004, Manajemen Sumberdaya Manusia untuk Perusahaan : dari teori ke praktek, Jakarta ,RadjaGrapindo Persada. Rothwell, S. 1995. Human Resource Planning. In J. Storey (ED). Human Resource Management: A Critical Text . London: Routledge Schuler. R.S., & Walker, J.W. 1990. Human Resource Strategy: Focusing on Issues and Actions. Organizational Dynamics, New York, West Publishing Company .

Friday, March 27, 2009

Kenaikan SPP

SURABAYA - Pertemuan antara Rektor Unair Prof Fasichul Lisan dan perwakilan mahasiswa soal rencana kenaikan SPP bagi mahasiswa baru benar-benar terlaksana kemarin petang (11/3). Namun, perundingan di gedung rektorat lantai tiga itu belum membuahkan kesepakatan.

Informasi yang didapat Jawa Pos, pertemuan tertutup itu berlangsung cukup alot. Dimulai sejak pukul 15.00 dan baru berakhir pada pukul 18.00. Dalam kesempatan tersebut, masing-masing perwakilan mahasiswa dari elemen BEM (badan eksekutif mahasiswa) dan DLM (dewan legislatif mahasiswa) mengutarakan pendapat menyikapi rencana kenaikan SPP itu.

Selain rektor dan wakil rektor, rapat dengan perwakilan mahasiswa tersebut dihadiri para pimpinan universitas. Termasuk para dekan. Kabarnya, suara perwakilan mahasiswa dari masing-masing fakultas juga tidak bulat. Ada yang terang menolak, namun ada beberapa yang belum menentukan sikap.

Presiden BEM FISIP Unair Aswin Bahar Muhammad mengatakan, pihaknya tegas menolak rencana kenaikan SPP sebesar 80 persen itu. Dia menyatakan, kebijakan menaikkan iuran tersebut jelas memberatkan mahasiswa. Sikap menolak itu juga didasari polling jaring aspirasi yang dilakukan BEM FISIP.

''Sebagian besar tidak setuju. Pendapat teman-teman di FISIP, dana pendidikan di PTN (perguruan tinggi negeri) itu seharusnya sebagian besar ditanggung pemerintah,'' ujarnya. Saat ini, lanjut dia, pemerintah gembar-gembor mengalokasikan dana 20 persen untuk pendidikan. Anehnya, SPP malah bertambah naik.

Dalam pertemuan tersebut, tidak hanya BEM FISIP yang memilih menolak rencana kenaikan SPP Unair bagi mahasiswa baru nanti. Beberapa perwakilan mahasiswa dari fakultas lain juga tidak setuju atas kenaikan SPP itu. Di antaranya, suara dari BEM fakultas ekonomi (FE) dan BEM fakultas hukum (FH).

Sementara itu, Rektor Unair Prof Fasichul Lisan mengakui bahwa belum ada keputusan soal rencana kenaikan SPP tersebut. Dia menyatakan, dalam audiensi itu, pihaknya menjaring pendapat wakil-wakil mahasiswa. ''Kami utarakan kondisi keuangan yang ada di Unair. Kami jelaskan apa dasar-dasar rencana kenaikannya,'' ujarnya.

Nanti, lanjut Fasich, pihaknya melaksanakan audiensi lanjutan antara BEM universitas dan masing-masing fakultas dengan pihak universitas. ''Nanti kami atur lagi waktunya,'' katanya.(alb/hud)
Sumber jawapos
Thursday, March 19, 2009

Kejar Target, KPU Luncurkan SMS Sosialisasi Pemilu 2009

Elvan Dany Sutrisno - detikPemilu
Jakarta - Pemilu 2009 tinggal menghitung hari. Namun sosialisasi yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) banyak dikritik kurang efektif.
KPU pun mencoba bergerak cepat dengan meluncurkan SMS sosialisasi Pemilu 2009. "Kami percaya dengan SMS ke ponsel, sosialisasi lebih efektif karena pengguna telepon seluler di Indonesia 155 juta orang," kata Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary.
Hal itu disampaikan Hafiz saat peluncuran SMS Sosialisasi Pemilu 2009 di kantornya, Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Jumat (20/3/2009).
Hafiz berharap, dengan program ini, 80 persen penduduk Indonesia akan mendapatkan sosialisasi Pemilu 2009. "Karena jumlah pemilihnya 171 juta. Saya merasa ini merupakan langkah yang sangat efektif dan sangat baik untuk menyukseskan Pemilu 2009," lanjut Hafiz.
Hafiz mengatakan, ada tiga tipe SMS yang akan dikirimkan ke masyarakat. "Bunyinya 'Sukseskan Pemilu 2009', 'Tandai Pilihanmu dengan Mencontreng', dan 'Ingat Tanggal 9 Pemilu'," kata Hafiz.
SMS ini telah dikirimkan ke banyak orang mulai Kamis kemarin. Bunyi lengkapnya antara lain "Sukses Pemilu adalah sukses bangsa. Mari sukseskan Pesta Demokrasi 9 April 2009."
( ken / nrl )

Thursday, March 12, 2009

After a year in the form

After a year in the form
the new Student Executive Board (BEM) of Faculty of Social and Political Sciences (FISIP) Airlangga University appears to be proving their existence and consistency. This is realized with its hold on the Working Meeting (RAKER) BEM FISIP on 26-28 January 2009 in the villa Surya, Trawas, Mojokerto regency. In addition to BEM FISIP members attended, the event has become a yearly agenda was also attended by the faculty dekanat, colleagues Legislative Student Body (BLM), representatives of Islamic spirituality Sie (SKI), some Kahima, and a number of alumni BEM. Opened by Drs. I. Susilo basis, as the Dean FISIP MA, RAKER BEM amount of time discussing this important agenda. Among RAKER determination order, the presentation of the program (proker) of each department, affirmation proker, and no residual sharing with devices BEM years ago. "The orderly proker and each department has been prepared beforehand at the time of pre-RAKER a schedule and in-place-right agenda of each department," said Muhammad, Aswin Bahar, President FISIP BEM period in 2009. RAKER that distinguish this time with a year ago is on the workshop agenda sisipkannya between the BEM with the faculty. This workshop includes training on programs related to student organizations sistematika preparation proker BEM for a year to come. "With this kind of training is expected to create a systematic restrictions on proker BEM. These limits are not to reject the measure relevant programs to be run. What is in conformity with the vision and mission, faculty, "said Aswin. In addition to systemic limitations, budget allocations also discussed follow. Programs that terseleksi realized and eligible for consideration to obtain the budget. "I hope, this workshop can be run in our reference proker, and of course become a means of socialization programs BEM with the faculty or even Unair campus environment." Aswin said. He added, "is now BEM is not instruktif coordinate, with different BEM several years ago that instruktif each prokernya that there is intervention of the faculty." Still according to Aswin, organizing this workshop is very important to coordinate each BEM program that does not happen mis-communication with the faculty. "BEM programs for the year ahead have been formulated, how to live after this BEM can maintain consistency in these programs so that in line with what has been planned together," said Aswin. As a note, in previous years the workshop agenda separate from RAKER. In fact, the workshop was abolished in a few years ago. Things that often make programs BEM clogged the roads. "For there is no meeting point between what is in the BEM nginkan with what will be in hendaki faculty," said Aswin. RAKER ended on 4 February is closed with the reading and the program a year ahead. Of some program that is already a pitch-run program. Program taken from the field proker Sos-Pol is titled "Economic Policy Evaluation Politics Five Year Government of SBY-JK". Seminar held on 17 February in the space Adi Sukadana was attended by a number of important persons. As economist Dr UGM. Sri Adiningsih and Didik Prasetyo, SE, M. Si, a former member of East Java KPUD and prospective members DPD east Java. (zaq)
Wednesday, March 11, 2009

Student Grant Competition Peminat Minim

Student Grant Competition Peminat Minim

Measure the credibility of a number of academic students is not enough just through the lectures in the classroom, but must also consider the scientific aspects of what they do in the environment. Said by Dr. Drs. Musta'in, M. Si, I Vice Dean of Faculty of Social and Political Sciences (FISIP) Airlangga University. According to him, things that underlie the campus FISIP Unair serious in the program titled "Student Grant Competition." The new program is running one this year was the first time in October 2008. The faculty provides a budget of Rp 6 million to fund the diambilkan from IKOMA (Parent Student Association) for 15 to 20 paper titles. Be pitied, but very, from a number of funds that have been prepared, only about seven titles registered in this competition. Seven of these proposals only 2 titles that pass the selection feasible and to get grants from the campus. "The lack of student interest in this campus will be things that cause the smell scientific program years ago we less successful" said Musta'in. Sejatinya Musta'in hope, karyakarya collected capable formed a special journal that will be included in the event such as LKTM (Lomba Karya Writing Level Students). If not back in lombakan plan that will have entered the campus website, the documentation library UNAIR, until published. "Most can not FISIP surface in matters of social scientific field. Do not lose out with the Pharmacy and Science-Tech is always productive work with imiahnya in the field of mathematics. "Specifically. In fact, to the only recorded one title from the rich scientific FISIP the level included in LKTM University since 2005. It is a truly be pitied by the faculty. To organize this year's faculty has not been able to determine when kopetisi Student Grant program will be running again. This is because not te-plan its budget for this program. The faculty is still awaiting approval from the Rectorate of the allocation of funds. Faculty themselves are now the focus membenahi Student Center (SC). The plan, SC will be given facilities computers, printers, and AC. SC Pembenahan the start in March this aim so that SC can be a scientific student activity center. "We hope that SC is not only a central non-academic activities, but also able to place students into the scientific activities." Musta'in said. While waiting for the certainty of funding, faculty expect the emergence of new scientific projects in the project this campus. These things can be done by submitting a proposal to the scientific work of the lecturers for the department level and then be presented to the lecturers in the department are related. If the paper is feasible to go to the faculty level, the proposal may be submitted to the Head of the Academic FISIP to get approval. This proposal will then be presented to the lecturers dosenterkait-level dekanat. If approved then realized for the campus will be funded to a level even the National University. (zaq)

FISIP again reveal great teacher

Date 28 February 2009 is a historic day for Ida Bagus hero, the head of department of Sociology University of Airlangga FISIP. For that day in the auditorium floor Rectorate V, be he a great teacher. Although it has been holding the highest levels in the academic world, then make sure to not land. In fact, with the words said softly, he said that to become a teacher there is a big responsibility and social groups to develop discipline in accordance with the trust that has been given. "There must be hard work to achieve it as before, or even more," said the hero. In a speech pengukuhan the size of the teacher, the hero of the old age population. In the beginning, he describes the use of the word "usil" to mention orangorang old age and the condition of the "usil". Based on data collected hero, the usil this amount increasing each year. Especially in developing countries seprti Indonesia. "The increasing number of people" usil "This has brought some of the consequences or issues," said the graduate of Social Science doctoral program Unair this. This problem occurs both in individual and group level. One problem is that the human brain itself. For the older more and more brain cells die and decrease the function-function. "Usil most people have a tendency 5B that can be seen, among others, burek, budheg, bogang, slouching, and buyutan," said hero. Problems experienced by "usil" not only in terms of health, but also concerning welfare. For most of the "usil"
This is no longer productive and rely on family as the supporting institutional system to meet their needs. Problems appear when the family can not be supporting institutional system for the "usil" is. Professor with the field of social scientific residence explain this program already have some of the government to tackle this problem. "One of them is the National Commission terbentuknya Information Age," said the hero. He further emphasized the various problems experienced by residents of old age are very many and through social services to be very important. Hero to thank kepda sharing has helped the parties, especially families who sacrifice time and have the desire to gather together. After receiving tenure as a great teacher, Professor hero hope all civitas academic FISIP able to show existence not only at the national level, but also at international level. In addition, the recipient's loyalty Lencana RI also hope this will be more faculty and students do not stop at the step S1 or S2, but it can also achieve great teacher. Because according to him, the opportunity to reach the office no longer used as dihapuskannya with regulations on age limit. If the first rule is to be one of the factors obstacle for young people to achieve his great teacher, now it is no longer a problem. "In fact, barriers to counteract the demand for more and develop our potential better," said hero. (deb)

Discussions Lecturer FISIP

Discussions Lecturer FISIP Jelang Election
Proposed Rumuskan Build Government
the Efficient and Effective

Elections appear to have been in front of the eyes. FISIP are not only stand hand to welcome party democracy this year. One of the perform group disscussion forum (FGD), which was followed by the lecturers from various departments. The lecturers are gather together to discuss
proposals that can be disampakan to build government a more efficient and effective. FGDs were conducted in the framework of this presentation rector UNAIR that will be done in one of the private television station on the theme. "In accordance with the theme, the chancellor requested lecturers FISIP to make points proposals that will be delivered by chancellor, "said Joko Susanto, lecturers Department of International Relations From activities that are held as twice, namely on 16 and 19 February is born a number of thoughts. Joko said, in the first FGD, fruit thought that the very diverse and have not concentrated on particular matters. So many entries are given by the lecturers, as Ramlan Surbakti, Daniel Sparingga, Yayan Sakti, Priatmoko, lacquey Maridjan, Hariadi, Gitadi Topan, Vishnu Pramutanto, Budi Setiawan, Suko Widodo, Airlangga Pribadi and more. Results from the FGD I outline criticize the performance of government have not considered the normative functions well because it is still stuck Sectoral in ego. In addition, the government expected to improve pattern of relationship between government and with its constituency. FGD because I was still not perfect, FGD II then held at room Adi Sukadana. At this meeting, the lecturers finally concluded the root of problems from the to-and tidakefektifan efficiency of government perspective institutional system is due to the inability to tatanegaraan bridge the political reality in Indonesia multipartai with the system presidensitil which the trust's constitution. Indonesian already started post-reform efforts to overcome the problems it. Starting system multipartai with retaining system presidensiil appropriate trust constitution. In addition, the amendment adding that the constitution election directly in the election the president also strengthen trust that the Constitution seeks a strong government. Unfortunately, the design of a statesman more responsive to political This is not then guarantee the existence of enough space for capacity building government to achieve political popular political will through the creation of representative policies and concrete results in practice. "So, the solution that can be used for ketidakefektifan overcome the inefficiency and government is to implement political system based on two strong coalition. The aim is to strengthen presidensiil system, "said Joko. This can be done either strategic and tactical. Strategic Options which is a short-term options length of the revision include the Law on Elections Presidential Election Law and the revision of lead to the use of the system districks. "If the tactical means includes options, the short-term based on the condition of reality at this time. I to seek a contract with politically stable and a strong coalition between political parties that have representatives in the cabinet, "Joko go. In addition to these efforts, the reform on the legislative and institutional political parties, reform the system, the bureaucracy and judicial reform is also needed to balance keingi nan in the governance and effective with efesien goals of democracy. (deb / int)
Sunday, March 1, 2009

SPP Unesa-ITS Belum Naik

SURABAYA - Jika Universitas Airlangga (Unair) hampir pasti menaikkan SPP hingga 80 persen, tidak demikian Unesa dan ITS. Dua kampus negeri itu merasa belum perlu menaikkan iuran dari para mahasiswanya. Kalaupun terpaksa, kenaikan tidak bakal drastis.

Rektor Unesa Prof Haris Supratno mengatakan, perguruan tinggi negeri (PTN) tidak bisa seenaknya menaikkan biaya operasional ketika berstatus badan hukum pendidikan (BHP). "Semua kan punya rumus. Mahasiswa maksimal menanggung sepertiga dari biaya operasional PTN yang bersangkutan," tuturnya.

Haris menjelaskan, faktor rumus penggalian dana itu juga membatasi PTN untuk tidak seenaknya menarik biaya tinggi pada mahasiswa. Jika biaya operasional dinaikkan, justru yang susah PTN bersangkutan. Mengapa? Sebab, sisa biaya operasional bakal ditanggung pemerintah dan PTN itu.

"Kalau operasionalnya tinggi, otomatis PTN harus mencari dana besar juga karena tidak seluruhnya bisa ditanggung mahasiswa kan," terangnya.

Haris menegaskan, untuk tahun ini pihaknya tidak akan menaikkan biaya SPP mahasiswa. Untuk program IPS, SPP tetap Rp 500 ribu, sedangkan IPA Rp 550 ribu. Kalaupun ada kenaikan, jumlahnya dipastikan tidak akan besar. Hanya mengikuti kenaikan harga barang-barang. Selain itu, sudah bertahun-tahun kampus tersebut tidak pernah menaikkan biaya SPP. "Jadi, bukan karena status BHP," ujarnya.

Hal sama diungkapkan oleh Rektor ITS Priyo Suprobo. Dia menyatakan tidak akan ada kenaikan SPP secara gila-gilaan di kampusnya. Dia sudah menyosialisasikan kepada mahasiswa agar tidak terpengaruh isu yang tidak jelas tentang BHP. "Saya sudah menghitung semuanya. SPP mahasiswa sekarang saja sudah 34 persen," jelas dia.

Padahal, lanjut dia, besar sumbangan keuangan atau SPP yang diperbolehkan maksimal 30 persen atau sepertiga dari biaya operasional. Dengan perhitungan itu, bisa dipastikan tidak akan ada kenaikan SPP di kampusnya. (sha/hud)(jp)
Monday, February 16, 2009

Gaji pegawai negeri sipil (PNS) akan naik 15% mulai Januari 2009.

INILAH.COM, Jakarta - Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Taufiq Effendi, mengutarakan gaji pegawai negeri sipil (PNS) akan naik 15% mulai Januari 2009.

"Mulai Januari 2009 (gaji PNS) akan dinaikkan 15%," kata Taufiq ketika menghadiri HUT Kemerekedaan RI di Istana Negara, Minggu (17/8).

Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pidato kenegaraan di Gedung DPR Jakarta, Jumat (15/8), menyatakan, pemerintah mengalokasikan anggaran belanja pegawai Rp 143,8 triliun atau naik Rp 20,2 triliun (16,4%) dari perkiraannya 2008. Rencana kenaikan yang tertuang dalam RAPBN 2009 itu dalam rangka memperbaiki kinerja birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Kenaikan anggaran tersebut antara lain, untuk memperbaiki penghasilan aparatur negara dan pensiunan melalui kenaikan gaji pokok dan pensiun pokok rata-rata 15%, pemberian gaji dan pensiun bulan ke-13, serta perbaikan sistem pembayaran pensiun.

Selama empat tahun masa pemerintahan ini, pendapatan PNS golongan terendah telah ditingkatkan 2,5 kali dari Rp 674,0 ribu per bulan pada 2004 menjadi Rp 1,721 juta pada 2009.[L5]